04. SharonWilliam Muqodas Allien-2

Penulis : Windu Hernowo

Penyunting : Indiepro

Tata Letak : Dani Ardiansyah

Cover : Dani Ardiansyah

ISBN : 178-102-7770-30-0

 sampul Sharon depan copy3B- Allien-2

Tiba-tiba Bonna maju ke depan mencengkeram tengkuk Sharon serta diangkat keatas dengan ringannya.

“LEPASKAN…!!!”, teriak Donny sambil melepaskan tangan robot Bonna dari cengkeramannya ke Sharon.

“Sharon, lariiii….”. teriak Donny

Robot Bonna marah dan memukul Donny. Donny terjengkang dan jatuh kebelakang. Mereka berdua berkelahi, namun kekuatan mereka tidak seimbang. Kekuatan Bonna tidak sewajarnya, badannya lebih kurus dari Donny namun dia kuat sekali.

Empat allien  datang bersamaan dan membantu robot Bonna untuk menyerang Donny. Setelah Donny dilumpuhkan mereka mengejar Sharon, Baron, Hana dan Hani yang terus berlarian menuju ke lantai bawah dikejar oleh empat tentara allien ainnya, sehingga sekarang ada delapan allien di loteng ini.

Mereka berhasil melewati pintu yang membatasi lantai atas dan lantai bawah. Sharon yang berada paling belakang menutup pintu dan menahannya dibantu oleh Robin.

“Hana-Hani, tolong cepat diambilkan botol pemadam api itu”kata Sharon sambil menahan pintu. Hana-Hani mengambil sedikit kesulitan mengambil alat pemadam api berwarna merah yang tertempel di dekat pintu keluar. Dibawanya lat itu dan diserahkan ke Sharon, yang langsung membuka pintu dan menyemprotkan ke arah mahluk asing allien tadi.  Sharon menyemprotkan pemadam api itu kearah Allien mahluk jelek itu dan mengenai wajah mereka. Empat mahluk itu lari berbalik arah dan Sharon terus mengejarnya……..

Dari arah yang berlawanan ada lagi empat mahluk jelek kawan mereka yang berdatangan dan menyerang Sharon. Sharon lari kembali berbalik arah menuju ke arah lantai satu diikuti oleh Baron dan Hana. Sedangkan Hani bersembunyi dibalik kotak yang cukup besar sehingga tidak terlihat oleh mahluk-mahluk jelek tadi. Tiba-tiba robot Bonna stanpa sengaja alah memukul salah satu dari mahluk-mahluk jelek tadi, dan mahluk itu marah…….

 “Wow, tunggu. Maafkan aku tidak sengaja”kata robot Bonna. :”Ayo, kita bantu kawan-kawan kita di lantai satu……”, kata robot Bonna.

Ayo…”, kata tiga mahluk jelek itu serentak.

Robot Bonna diikuti tiga mahluk jelek Allien berjalan menuju lantai satu. Sementara ibu Sugiharti di dapur lantai satu sedang asyik mencuci piring-piring kotor. Tiba-tiba dari arah belakang ada mahluk jelek yang menembak tengkuknya. Ibu Sugiharti tidak merasakan apa-apa, namun alat tadi sudah mulai bekerja di tubuhnya dan menjadi seprti robot yang bisadikendalikan.

Di pintu depan ada pak Wingky, ayah Hana-Hani tetangganya datang menekan bel rumah untuk menjemput kedua putrinya.. Mendengar suara bel itu, Aaron Lescott dan Fathir  segera keluar untuk membuka pintu depannya. Demikian juga dari dapur ibu robot Sugiharti juga keluar menuju pintu.

Aaron membuka pintu dan mempersilahkan tetangganya untuk masuk.

“Maaf merepotkan, saya menjemput Hana dan Hani”, kata pak Wingky.

Ooh, gak apa, gak mngrepoti, kok,”, kata Fathir “Justru kami senang bila mereka bermain kesini”

“Hana… Haniiii….”, Aaron memanggil mereka dengan suara dikeraskan

“Ini nayah kamu menjemput kalian, lho”, kata Aaron

Iya tante…, “,jawab Hana dan:” ayah……..”

“Pak Wingky, mohon maaf kami harus kebelakang sebentar, ya”kata Fathir dan Aron serentak berpamitan, dan meninggalkan pak Wingky dan anaknya di ruang tamu.

“Hana,…. Mana Hani”, tanya pak Wingky kepada Hana

“Tadi ada bersama kami diatas, trus kami kebawah rame-rame, dan Hani mungkin…..”, jawab Hana :”ketinggalan di atas, atau main game barangkali…..”

Tidak lama kemudian Sharon diikuti Baron dan Hani lari ke arah mereka dan berghenti di ruang tamu. Dibelakang mereka Bonna dan tiga mahluk jelek yang mengejar ikiut berhenti di ruang tamu.

“Apa apaan ini kamu, Bonna?”,kata pak Wingky

Kalian harus tunjukkan dimana peralatan kami”, kata robot Bonna.

Peralatan apa..?”, tanya pak Wingky

“Peralatan yang bisa mengembalikan kami ke planet kami”, sahut pemimpin mahluk jelek yang brerbaju orange.

Tidak ada…, kalian salah alamat!!”, kata pak Wingky.

Tiba-tiba ibu Sugiharti yang berjarak 2 meter dari pak Wingky, terbang serta bersalto dan jatuh tepat dihadapan pak Wingky., dan

Salah alamat katamu… grgrgrgr?”kata ibu Sugiharti sambil tangan kirinya mencengkeram leher baju pak Wingky.”Ayo hajar prajurit”

Ibu Sugiharti dan dan robot Bonna serta mahluk-mahluk jelek tadi menghajar muka pak Wingky hingga babak belur. Saat mahluk-mahluk jelek tadi menghajar pak Wingky, ada sesuatu yang terjatuh dari salah satu dari mereka, dan Hani mengambilnya. Ooh, rupanya benda mirip Joystick.

Hani memainkan dan memutar-mutarnya. Ibu robotSugiharti yang sedang berdiri memukul pak Wingky, tiba-tiba berputar-putar sendiri tanpa bisa berhenti. Hani menghentikan putaran Joystick berwarna biru itu, dan ibu Sugiharti juga berhenti dari putarannya. Hani memencet tombol lebar sebelah kanan dan digoyang-goyangkan Joysticknya. Tangan Bonna bergoyang-goyang dan berputar. Kemudian dia memukul-mukul  kepalanya sendiri.

“Wow, cool”kata Hani, dan ibu robot Sugiharti mengucapkan hal yang sama “Wow cool”

Kemudian hani mengendalikan ibu robot Sugiharti lewat joystick tadi , dan menghajar serta melumpuhkan Bonna. Mahluk-mahluk jelek tadi berlarian menuju lantai bawah tanah.

Hani kembali memainkan joysticknya dan menekan tombol bulat biru yang ditengah, serta merta ibu Sugiharti sadar menjadi dirinya sendiri.Oh, rupanya initombol power,pikir Hani

Ada apa ini, kok rame-rame disini?”, tanya ibu Sugiharti

Kita sedang perang melawan allien nek”. Kata Hana

“Ada Allien.., itu pak Wingky kena apa, kok babak belur begitu????”

“Tadi dihajar kawanan Allien,”Hana tidak menceritakan kalau tadi bu Sugiharti juga ikut menghajarnya

“Dimana mereka sekarang, allien-allien itu”, tanya bu Sugiharti

Sepertinya ke lantai bawah tanah bersama Bonna saya rasa mereka memanggil kawan lainnya dan akan kembali kesini”, kata Sharon dan Baron  serentak

“Hayo kita lawan, ambil apa saja untuk senjata. Anak-anak kecil sdembunyi saja dulu”ajak ibu Sugiharti

Hana dan Hani lari bersembunyi ke bawah tempat tidur di kamar Sharon di lantai satu. Betul juga mahluk-mahluk kerdil dan jelek itu kembali ke ruang tamu dan merusak apoa saja yang ditemui. Ibu Sugiharti , Sharon dan Baron menghajar mahluk-mahluk itu dengan tongkat pentungan yang ada dintangan mereka. Trang…trang… trang duk “, suara barang pecah dan pukulan terdengar membahana di ruang tamu itu. Seekor atau seorang mahluk terlempar ke kamar Sharon dan jatuh diatas tempat tidur.

“Aaaaaaa, aaaaa”Hana, Hani dan mahluk itu berteriak sama-sama ketakutan.

“Ssssst……, jangan berteriak”, kata Hana

“Ssssst……, jangan berteriak”,kata mahluk itu menirukan……. dan mundur hingga mepet ke dinding kamar

“Jangan takut…!!!”. Kata Hani

Hana dan Hani mendekati majhluk itu ke pinggir dinding kamar.

“Namaku Hani, dan ini kakakku Hana. Kamu siapa?, kata Hani

Namaku Smurk”kata mahluk tadi. Hana, Hani dan Smurk menjadi bersahabat sejak pertemuan mereka di kamar itu

Sementara itu di lantai bawah tanah, kawanan mahluk itu menemukan apa yang dicarinya.

“Ok, kita bawa keluar agar cell suryanya bekerja”kata salah satu mahluk yang dipanggil jendral itu. “Kita bisa memperbaikinya kan?”

Entah bagaimana, dalam waktu singkat mereka bisa membawa alat itu keluar di belakang rumah. Dari jendela , Baron bisa melihat nkegiatan mahluk-mahluk itu diluar rumah. Wah bahaya, mereka sedang mempersiapkan senjata,pikir Baron

Baron mengajak semua yang ada di dalam rumah untuk keluar menuju pekarangan belakang. Hana dan Hani yang mendengar ajakan itu ikut keluar berjalan bersama Smurk.

Demi melihat mahluk asing yang keluar dari rumah, baron langsung mengancam dengan raket tennis senjata yang dibawanya.

Jangan kak, dia bernama Smurk dan baik kepada kami,” , kata Hana dan Hani serentak sambil mendekap Smurk untuk melindunginya.

Baron, ibu Sugiharti dan pak Wingky masing-masing bertarung melawan mahluk jelek itu dan bisa membunuh mereka. Sharon sedang sibuk bertarung melawan satu mahluk jelek yang dipanggil sang jenderal. Dipukulnya mahluk itu dengan raket tennis dan dia terpental sehingga badannya masuk kedalam peralatan yang berupa piringan besar dengannkamar-kamar didalamnya milik mahluk-mahluk itu, Kemudian peralatan tadi mengeluarkan cahaya kuat dari dua benda yang menyorot ke jendral. Kemudian terjadi letusan kecil dan peralatan itu melontarkan jendral allien keluar dan jatuh sekitar 20 meter jauhnya dibalik rumah tetangga.

“Horeeeee,” teriak Sharon dan semua orang yang melihatnya.

Uuf…. tidak baik, tidak bagus”, kata Smurf

Apanya yang tidak baik?”, kata Baron

“Jendral dilontarkan oleh Molekul Expander, dan dia akan bisa embesar sebagai raksasa nanti”, kata Smurf

Ooh, begitu ya?”kata Baron terheran2 tidak mengerti

“Iya, dua cahaya tadi menunjukkan jika itu adalah Molekul Expander”kata Smurf menjelaskan

——–lanjutan berikutnya :——————-

Benar saja, tidak lama kemudian tampak dibalik rumah tetangga sang Jendral muncul dibalik rumah. Tinggi allien ini berkembang menjadi lebih tinggi dari rumah sebelah sekitar tiga setengah meter.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s