06. Sharon William Muqodas – Tata Urutan Nikah-1

Penulis : Windu Hernowo

Penyunting : Indiepro

Tata Letak : Dani Ardiansyah

Cover : Dani Ardiansyah

ISBN : 178-102-7770-30-0

 

4-Tata Urutan Nikah

sampul Sharon depan copy

 Sharon William Muqodas, ternyata sama cerdasnya dengan Fathir Muqodas ayahnya dan Aaron Lescott ibunya.  Umur 21 tahun Sharon sudah lulus summa cumlaude dari Universitas .  Merencanakan pernikahan dini dengan keksihnya Donny, kawannya satu sekolah waktu di SMA dulu dan sekarang telah menyelesaikan tingkat kesarjanaannya dalam bidang teknik.  Dari awal nenek Sharon ibu Sugiharti, dan orang tua Fathir Muqodas yang masih keturunan raja jawa selalu menekankan agar pernikahan ini dilaksanakan dengan Perkawinan Adat Jawa

Perkawinan cucu wanita ibu Sugiharti ini atau sering pula disebut dengan pernikahan merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah kehidupan setiap orang. Masyarakat Jawa memaknai peristiwa perkawinannya dengan menyelenggarakan berbagai upacara yang termasuk rumit. Upacara itu dimulai dari tahap perkenalan sampai terjadinya pernikahan. “Tahapan-tahapan pernikahan ini harus dipenuhi”. Kata ibu Sugiharti

“:Apa saja bu tahapannya,kan kami juga harus mengetahuinya?”, Tanya Fathir

Selanjutnya dengan panjang lebar , ibu Sugiharti menerangkan dan menjelaskan urutan yang harus dipenuhi dengan semangat.

“Yang pertama harus ada Nontoni, dimana pada tahap ini sangat dibutuhkan peranan seorang perantara. Perantara ini merupakan utusan dari keluarga calon pengantin pria untuk menemui keluarga calon pengantin wanita. Pertemuan ini dimaksudkan untuk nontoni, atau melihat calon dari dekat. Biasanya, utusan datang ke rumah keluarga calon pengantin wanita bersama calon pengantin pria. Di rumah itu, para calon mempelai bisa bertemu langsung meskipun hanya sekilas. Pertemuan sekilas ini terjadi ketika calon pengantin wanita mengeluarkan minuman dan makanan ringan sebagai jamuan. Tamu disambut oleh keluarga calon pengantin wanita yang terdiri dari orangtua calon pengantin wanita dan keluarganya, biasanya pakdhe atau paklik., jadi nanti minta adikmu pak ya”

“Ooh seperti perkenalan keluarga, begitu?”, Tanya Fathir

“Iya, mirip begitulah. Kemudian harus ada tahapan yang disebut “Nakokake atau Nembung atau disebt juga dengan Nglamar”. “Dalam tahap ini  perantara akan menanyakan beberapa hal pribadi seperti sudah adakah calon bagi calon mempelai wanita. Bila belum ada calon, maka utusan dari calon pengantin pria memberitahukan bahwa keluarga calon pengantin pria berkeinginan untuk berbesanan. Lalu calon pengantin wanita diajak bertemu dengan calon pengantin pria untuk ditanya kesediaannya menjadi istrinya. Bila calon pengantin wanita setuju, maka perlu dilakukan langkah-langkah selanjutnya. Langkah selanjutnya tersebut adalah ditentukannya hari H kedatangan utusan untuk melakukan “kekancingan rembag” (peningset)”.

Kan sudah tahu memang belum ada calonnya?”, kata Fathir

Yang tahu kan pacarnya saja. Belum secara  formal dan terbuka disampaikan?”, Kata ibu Sugiharti.

Iya, memang sih, terus tahap selanjutnya apa, bu…”., tanya Fathir

“Selanjutnya adalah tahapan Peningset”, kata ibu Sugiharti.

“Peningset ini symbol apa, bu?”, Tanya Fathir

“Peningset ini merupakan suatu simbol bahwa calon pengantin wanita sudah diikat secara tidak resmi oleh calon pengantin pria. Peningset biasanya berupa kalpika (cincin), sejumlah uang, dan oleh-oleh berupa makanan khas daerah. Peningset ini bisa dibarengi dengan acara pasok tukon, yaitu pemberian barang-barang berupa pisang sanggan (pisang jenis raja setangkep), seperangkat busana bagi calon pengantin wanita, dan upakarti atau bantuan bila upacara pernikahan akan segera dilangsungkan seperti beras, gula, sayur-mayur, bumbon, dan sejumlah uang.”, jelas ibu Sugiharti berapi-api.

“Jadi , itu artinya ikatan ya, bu”., , kata Aaron Lescott, ibunya Sharon

Iya betul, Ketika acara peningset  berjalan dengan lancar, maka acara pertemuan calon keluarga besar itu menentukan tanggal dan hari pernikahan. Penentuan tanggal dan hari pernikahan ini disesuaikan dengan weton (hari lahir berdasarkan perhitungan Jawa) Sharon dan Muhammad Febryansyah. Hal ini dimaksudkaon dan Muhan agar pernikahan itu kelak mendatangkan kebahagiaan dan kesejahteraan bagi seluruh anggota keluarga.”, jelas bu Sugiharti.

“Selanjutnya, apa lagi , bu”,tanya Fathir

“Selanjutnya adalah Pasang tarub”, jelas bu Sugiharti

Lha kita kan di gedung acaranya,”, kata Fathir

“Iya, tetap saja Diadakan pemasangan di rumah.Tahapan Pasang Tarub dilakukan di rumah Fathir sebagai orang tua pengantin wanita. Tarub dibuat dari daun kelapa yang sebelumnya telah dianyam dan diberi kerangka dari bambu, dan ijuk atau welat sebagai talinya”, kata bu Sugiharti

Ada syarat tertentu kah untuk pasang tarub ini, bu?”, tanya Aaron Lescott.

“Ada,  Agar pemasangan tarub ini selamat,kita harus melakukan upacara sederhana berupa penyajian nasi tumpeng lengkap. Bersamaan dengan pemasangan tarub, dipasang juga tuwuhanberupa sepasang pohon pisang raja yang sedang berbuah, yang dipasang di kanan kiri pintu masuk”. Kata bu Sugiharti

“Pasti semuanya ada maksud dan artinya to bu?”, tanya Fathir

 “Iya. Pohon pisang melambangkan keagungan dan mengandung makna berupa harapan agar keluarga baru ini nantinya cukup harta dan keturunan. Di kanan kiri pintu masuk juga diberi daun kelor yang bermaksud untuk mengusir segala pengaruh jahat yang akan memasuki tempat upacara, begitu pula janur yang merupakan simbol keagungan”., jelas ibu Sugiharti.

 “Ooh begitu ya…”,gumam Aaron Lescott mengangguk-anggukkan kepalnya.

 “Setelah itu apa lagi , bu?”, tanya Fathir

Setelah itu acara Midodareni yang diawali dengan upacara siraman. Tempat untuk siraman dibuat sedemikian rupa sehingga nampak seperti danu/sendang yang dikelilingi oleh tanaman beraneka warna.”. “Pelaku siraman adalah orang yang dituakan yang berjumlah tujuh diawali dari orangtua pengantin wanita, kemudian dilanjutkan oleh sesepuh lainnya. Setelah siraman, calon pengantin membasuh wajah (istilah Jawa: raup) dengan air kendi yang dibawa oleh ibunya, kemudian kendi langsung dibanting/dan kemudian  calon penganten langsung dibopong oleh ayahnya ke tempat ganti pakaian”., kata buSugiharti bersemangat

“Kan, siraman itu mandi to?” , tanya Fathir

Betul,mandi terus Setelah berganti busana, dilanjutkan dengan acara potong rambut yang dilakukan oleh Fathir, orangtua pengantin wanitadan potongan rambut  dikubur di depan rumah. Setelah rambut dikubur, dilanjutkan dengan acara “dodol dawet”.

“Dodol itu jualan. Yang jualan siapa nanti?”

“Yang berjualan dawet adalah ibu dari calon pengantin wanita dengan dipayungi oleh Fathir Muqodas, suaminya. Uang untuk membeli dawet terbuat dari kreweng (pecahan genting ) yang dibentuk bulat. Upacara dodol dhawet dan cara membeli dengan kreweng ini mempunyai makna berupa harapan agar kelak kalau sudah hidup bersama dapat memperoleh rejeki yang berlimpah-limpah seperti cendol dalam dawet dan tanpa kesukaran seperti dilambangkan dengan kreweng yang ada di sekitar kita”.,lagi-lagi bu Sugiharti menjelaskan

Ada maksud tersembunyi dibalik acara ini, bu?”, tanya Fathir

“Begini, Midodareni, berasal dari kata widadari, yang artinya bidadari. Midadareni merupakan upacara yang mengandung harapan untuk membuat suasana calon penganten seperti widadari. Artinya, kedua calon penganten diharapkan seperti widadari-widadara, di belakang hari bisa lestari, dan hidup rukun dan sejahtera.”

“Kayaknya sudah jelas, bu. Adalagikah yang harus kami ketahui?”, tanya Aaron Lescott

“Sudah selesai, tinggal terakhir Akad Nikah. Akad nikah adalah inti dari acara perkawinan. Biasanya akad nikah dilakukan sebelum acara resepsi. Akad nikah disaksikan oleh sesepuh/orang tua dari kedua calon penganten dan orang yang dituakan. Pelaksanaan akad nikah dilakukan oleh petugas dari catatan sipil atau petugas agama”., kata ibu Sugiharti

“OK, terus untuk acara di gedungnya bagaimana, bu?”, tanya Fathir

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s