02. Sharon William Muqodas Semut Ireng

Penulis : Windu Hernowo

Penyunting : Indiepro

Tata Letak : Dani Ardiansyah

Cover : Dani Ardiansyah

ISBN : 178-102-7770-30-0

sampul Sharon depan copy 

2- SEMUT IRENG

 

 

 

 

Shsaron William Muqodas, nama ini terdengar aneh dan lucu bagi kawan-kawan Sharon di kampusnya.. Namun didalam lkeluarga, nama ini adalah membawa perekat dan cinta bagi  Fathir Muqodas, ayahnya dan Aaron Lescott, ibunya. Nama ini telah merekatkan dua keluarga besar lain bangsa, adat dan kebiasaan karena nama ini diambil dari nama ayah dari ibunya Sir Arthur William Lescott. dan nama ayah dari ayahnya yang bernama Muqodas.  Sedangkan nama Sharon adalah nama pemberian orang tuanya yang berarti dataran yang subur.

Sebagaimana kita ketahui Sir Arthur William Lescott adalah bangsawan keturunan raja-raja inggris dengan budaya Inggris yang kental. Sedangkan Fathir Muqodas adalah asli keturunan Indonesia dengan sedikit berbau Arab/Pakistan

Sharon William Muqodas, mewarisi  paras secantik ibunya Aaron Lescott.  Hidungnya seperti hidung ibunya, Matanya adalah mata ibunya namun alisnya mewarisi ketebalan alis ayahnya, Fathir Muqodas. Kulitnya putih dan dadanya berisi. Gabungan warisan ayah ibunya ini membuatnya menjadi gadis yang sangat mempesona.

Sore itu Sharon pergi ke kampus dengan baju santainya. Walaupun tidak menggunakan baju yang ketat yang memang dilarang  ayah dan ibunya, tetap saja tubuhnya nan elok itu menebarkan undangan bagi lelaki yang memandangnya. Donny Indrasto, kawannya semasa SMA dulu kini kuliah dalam satu kampus yang sama dengannya namun berbeda jurusan. Hal ini tidak menghalanginya untuk bisa bertemu dan bergaul. Terlebih lagi setiap hari rabu sore mereka bertemu dalam satu kegiatan kampus Pecinta Alam yang diberi nama “ Semut Ireng”

Sebagai  salah satu group pecinta Alam di Indonesia, mereka  betul-betul memahami dan mematuhi kode etik pecinta alam Indonesia dicetuskan dalam kegiatan Gladian Nasional Pecinta Alam IV yang dilaksanakan di Pulau Kahyangan dan Tana Toraja pada bulan Januari 1974. Gladian yang diselenggarakan oleh Badan Kerjasama Club pencinta Alam se-Ujung Pandang ini diikuti oleh 44 perhimpunan pecinta alam se Indonesia.

Kode etik pecinta alam Indonesia ini, sampai saat ini masih dipergunakan oleh berbagai perkumpulan pecinta alam di seluruh Indonesia.Bunyi dari kode etik pecinta alam Indonesia adalah sebagai berikut:

Pecinta Alam Indonesia sadar bahwa alam beserta isinya adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa

Pecinta Alam Indonesia adalah bagian dari masyarakat

 Indonesia sadar akan tanggung jawab kepada Tuhan, bangsa, dan tanah air

Pecinta Alam Indonesia sadar bahwa pecinta alam adalah sebagian  dari makhluk yang mencintai alam sebagai anugerah yang Mahakuasa

Sesuai dengan hakekat di atas, kami dengan kesadaran menyatakan :

  1. Mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa
  2. Memelihara alam beserta isinya serta menggunakan sumber alam sesuai dengan kebutuhannya
  3. Mengabdi kepada bangsa dan tanah air
  4. Menghormati tata kehidupan yang berlaku pada masyarakat sekitar serta menghargai manusia dan kerabatnya
  5. Berusaha mempererat tali persaudaraan antara pecinta alam sesuai dengan azas pecinta alam
  6. Berusaha saling membantu serta menghargai dalam pelaksanaan pengabdian terhadap Tuhan, bangsa dan tanah air
  7. Selesai

Gladian Nasional merupakan pertemuan akbar pecinta alam se Indonesia. Menurut bahasa berasal dari “gladi” (bahasa Jawa) yang mempunyai arti “latihan” sehingga Gladian Nasional bisa diartikan sebagai “ajang latihan” bagi para pecinta  alam guna meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan dalam bidang kepecintaalaman dan kegiatan alam bebas. Gladian Nasional juga berperan sebagai wahana silaturahmi dan berbagi pengetahuan antar perkumpulan pecinta alam se Indonesia.

Pada awalnya kegiatan ini diadakan oleh WANADRI sebagai ajang latihan bagi anggotanya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dalam gladian ini antara lain mountaineering, pengenalan SAR, acara kekeluargaan, serta tukar menukar informasi dan pengalaman. Selain anggota WANADRI dalam kegiatan ini diundang pula beberapa perhimpunan- perhimpunan pencinta alam dan pendaki gunung yang ada di Jawa.

Dalam acara gladian yang kemudian dikenal sebagai Gladian Nasional I ini hadir 109 orang dari 18 perhimpunan. Pada kesempatan itu pula akhirnya disepakati bersama untuk menyelenggarakan gladian-gladian selanjutnya sebagai media pertemuan dan latihan pencinta alam dan pendaki gunung di Indonesia.

Salah satu Gladian Nasional yang fenomenal adalah Gladian Nasional IV yang berlangsung di Sulawesi Selatan di mana dalam gladian ini berhasil disepakati Kode Etik Pecinta Alam Indonesia yang masih dipergunakan oleh berbagai perkumpulan pecinta alam di Indonesia hingga sekarang.

Rimba raya pindah ke jalan raya, demikian Fathir, ayah Sharon memprediksi kondisi bumi ini beberapa tahun kemudian. Rimba raya dan hutan belantara menjadi salah satu kawasan yang menakutkan saat Fathir kecil di awal tahun 1980-an.

Yang menakutkan bukan lagi hutan belantara (rimba). Justru jalan raya lah yang menjadi kawasan yang menakutkan, yang siap memberikan teror, bahkan siap menjadi tempat pencabut ajal. Rimba raya akan berpindah ke jalan raya.

Dan kini, prediksi itu mulai mendekati nyata. Jalan raya menjadi sebuah kawasan terliar yang menakutkan dengan pencemaran udara, pencemaran suara, berbagai tindak kejahatan, pungutan liar, serta kecelakaan lalu lintas. Siapapun yang lengah bisa menjadi korban baik harta maupun nyawa di jalan raya. Jalan raya yang telah berubah menjadi hutan belantara.

Rimbunnya pohon, harimau, ular, dan aneka satwa di hutan berubah menjadi sesaknya kendaraan dengan beraneka jenis yang berseliweran di jalan raya.

Di jalan raya yang lebih mirip hutan raya tersebut, Sharon kemarin  menjadi korban. Entah lengah atau mitra saya yang lengah hingga akhirnya kedua sepeda motor kami membuktikan ‘belantaranya’ jalan raya.

Hasilnya selain motor yang masih harus dirawat inap di bengkel, tangan kanan Sharonpun masih belum sembuh benar. Selebihnya ia tidak kurang satu apapun, Alhadulillah. Meskipun harus diakui karenanya Sharon jadi tidak bebas berlatih.

Hari rabu ini dengan tangan yang masih dibalut, ia datang kekampus tidak untuk berlatih tetapi lebih banyakm ekedar untuk bertemu dan melihat wajah Donny pacarnya.. Seminggu tidak ketemu rasanya seperti setahun

Sharon menyadari sepenuhnya bahwa dalam setiap pendakian ada beberapa pengetahuan yang harus dimiliki oleh pendaki seperti penggunaan kompas, teknik pendakian, perlengkapan, perbekalan. Namun kesemuanya itu tidak akan ada artinya jika ditunjang oleh kemampuan fisik yang baik. Pada prinsipnya untuk mendaki gunung dibutuhkan kekuatan dan daya tahan otot tertentu, serta memiliki kapasitas VO2 Max yang baik. Hal ini perlu sekali untuk mengatasi tipisnya oksigen di daerah ketinggian, serta mengatasi beratnya beban yang dibawa (ransel).

Bagi seorang pendaki gunung, memiliki VO2 Max yang baik adalah perlu sekali, diatas 5.000 feet, kemampuan seseorang untuk melakukan kegiatan atau pekerjaan mulai terganggu. Sedangkan setiap kenaikan 1.000 feet setelah 5.000 feet akan menyebabkan berkurangnya kapasitas VO2 Max sebanyak 3%.

Dan hal ini perlu diperhatikan oleh pendaki gunung, karena semakin tipisnya oksigen di udara akan menyebabkan HIPOKSIA, sehingga pendaki akan terkena MOUNTAIN SICKNESS dengan salah satu ciri-cirinya adalah pusing-pusing dan muntah.

Untuk pendakian diatas 4.000 mdpl, dianjurkan untuk melakukan aklimatisasi terlebih dahulu. Karena dengan aklimatisasi diharapkan terjadi perubahan FAAL didalam tubuh yang meliputi perubahan dingin perubahan penyesuaian.

1. Perubahan dini, Meliputi kenaikan ventilasi pernafasan, kenaikan denyut jantung, kenaikan kadar basa dalam darah, peningkatan HAEMOGLOBIN.

2. Perubahan penyesuaian, Meliputi penghematan, perubahan sekresi hormone, penambahan MITOKONDRIA dan penambahan enzim yang meningkatkan pernafasan.Lamanya aklimatisasi ini tergantung pada tingginya gunung, yang tinggi dibutuhkan kapasitas V02 Max yang tinggi disamping juga kekuatan dan daya tahan otot tertentu yang baik.

Sehingga klub pendakim gunung “Semut Ireng” selalu menekankan pentingnya Latihan atau training adalah suatu proses yang berlangsung secara sistematis, dilakukan secara berulang-ulang dengan kian bertambah jumlah beban latihannya (OVERLOAD TRAINING) sedangkan bentuk latihan bagi seorang pendaki gunung harus spesifik dan khusus. Pada dasarnya, energi yang akan digunakan dalam setiap kegiatan manusia berasal dari sistem aerobic dan anaerobic. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, perlu memperhatikan beberapa aspek penting, antara lain :

1. SPESIFIK, Bentuk latihan yang akan digunakan oleh pendaki gunung harus meningkatkan V02 Max, kekuatan serta daya tahan tubuh/ otot tertentu.

2. OVERLOAD PRINCIPLE,  Penambahan beban pada latihan ini sangat penting sekali karena penambahan latihan yang konstan tidak akan mencapai tujuan latihan. Latihan harus dimulai dari tingkat dasar, kemudian ditingkatkan sedikit-sedikit hingga mencapai hasil yang maksimum. Jangan sekali-kali berlatih hingga melebihi kemampuan, karena ini akan mengakibatkan seseorang mengalami OVER TRAINING.

3. HARI LIBUR LATIHAN,  Penyusunan jadwal latihan harus diselingi dengan hari libur dari segala kegiatan fisik, yaitu minimal 1 hari didalam satu minggu, untuk pulih asal.

4. KEMBALI MENURUN,  Hasil latihan akan kembali turun ke keadaan semula apabila tidak berlatih. Oleh karena itu berlatihlah terus agar kondisi fisik yang sudah terbentuk tidak menurun kembali

Karena libur latihan fisik, Sharon dan Donny serta kaan-kawan satu klubnya tetap saja datang pada hari itu banyak berdiskusi dan membicarakan berbagai hal tentang bentuk latihan, antara lain

Persiapan latihan, Didalam mempersiapkan suatu bentuk latihan, diperlukan kerjasama yang matang dengan berbagai macam pihak, serta perencanaan matang dengan pelaksanaan latihan yang intensif dan progresif. Faktor yang perlu diperhatikan di dalam persiapan latihan adalah : informasi atau data pendaki, tujuan pendakian, tujuan latihan, bentuk latihan yang akan digunakan, evaluasi hasil latihan. Faktor-faktor tersebut merupakan suatu siklus daur ulang hingga mencapai hasil yang maksimal.

Informasi atau data pendaki, Sebelum latihan diberikan, maka diperlukan informasi yang lengkap terlebih dahulu terhadap pendaki yang hendak melakukan pendakian yang berskala besar dan lama. Dengan adanya data informasi tersebut diharapkan akan diketahui kondisi kesehatan, usia, jenis kelamin dan lain sebagainya.

Tujuan pendakian, Perlu diketahui tujuan gunung yang akan didaki baik ketinggian gunung. Keadaan alamnya ataupun lainnya yang dapat berkaitan dengan rencana ke gunung tersebut. Hal ini akan menentukan bentuk-bentuk latihan fisik serta berapa lama latihan tersebut akan berlangsung.

Tujuan latihan, Tujuan latihan ini ditentukan berdasarkan data pendaki dan ketinggian gunung yang akan didaki. Tujuan ini harus dibuat bertingkat, yaitu dari tipe umum (general endurance) sampai ketingkat khusus, yaitu latihan otot tertentu, agar latihan mencapai hasil yang maksimal.

Bentuk latihan, Latihan yang dipergunakan berdasarkan kebutuhan dengan berpedoman informasi pendaki, tujuan pendakian, serta tujuan latihan.

Pengukuran sebelum dan sesudah latihan, Pengukuran ini berguna untuk :

 1. Mengetahui kondisi fisik pendaki sebelum memulai latihan

 2. Penempatan pada kelompok yang sama

 3. Menentukan beban awal latihan untuk weight training atau kecepatan lari (pace) untuk latihan interval

 Sedangkan pengukuran sesudah latihan berguna untuk mengetahui apakah ada peningkatan sesudah latihan. Dengan membandingkan hasil pengukuran sebelum dan sesudah, dapat dilihat apakah ada peningkatan pada kondisi fisik pendaki. Sehingga dari hasil ini dapat diambil keputusan boleh tidaknya pendaki tersebut melakukan pendakian yang sudah direncanakan

Sharon William Muqodas, walaupun tidak ikut latihan, namun telah ikut memberikan masukan yang berguna bagi kelompoknya

Sharon dan Donny sudah berkenalan sekitar 3 tahun sejak prom nite dan kejadian yang mengerikan saat di sekolah SMU. Seperti halnya pasangan-pasangan kekasih lainnya, pasang surut hubungan Sharon dan Donnypun tentu terjadi.

Ketika bimbang baik Sharon maupun Donny sama-sama sering bertanya pada orang lain, sekian banyak masukan membuat mereka malah tambah bingung.  Akhirnya mereka lebih mendengarkan kata hatimereka sendiri untuk mendapatkan masukan untuk menguatkannya bukan untuk mengaburkannya. Kata hati akan menuntun langkah menuju kesenangan dan kebahagiaan.

Mata bisa tertipu kemilauan harta, fikiran gampang dipengaruhi kebencian dan susah untuk percaya kebaikan. Jaga hati dengan kejujuran pada kata hati, kendalikan liarnya fikiran dan teduhkan mata dengan keindahan sejati.

Hindari kemunafikan rasa, seperti seakan-akan Tanah tak terasa dipijak, pandangan mata gelap dan hati mengeras.. itulah yang terjadi ketika ego menguasai hati, dia tidak memberikan ruang sedikitpun kepada rasa cinta dan kasih sayang, untuk berlabuh. Hanya sesaat saja… bagaikan kemarau setahun dihapus hujan sehari. Kasih sayang yang dibina dengan ketulusan tidak dianggap dan lenyap begitu saja. Hujatan, makian keluar dari mulut tanpa henti, ketidakpuasan, kelemahan menjadi senjata untuk saling memaki dan memaki. Kemanakah hatinurani itu  pergi, dan mengapa emosi dan ego itu menguasai…? Hati memang cinta dan terkadang mulut tak dikontrol menjadi pemicunya… keinginan untuk menjadikan keadaan lebih baik dan membuat orang berubah menjadikan mulut tidak terkontrol. Semua merasa tersakiti…Ketika disadari perubahan itu mesti dimulainya bukan untuk diinginkan saja

Orang mengatakan ” Penyesalan salau datangnya terlambat”, semuanya terjadi sangat cepat, pertengkaran hebat tiba-tiba menggelegar seperti guntur. Kata-kata tidak terkontrol dan emosipun memuncak. Setelah merenung hati bertanya “apa yang sudah saya lakukan?” disela  keheningan muncul penyesalan yang begitu dalam sudah menyakiti hatinya, semua kata yang terujar hanyalah pelampiasan emosi yang tidak mesti terjadi jika hati tidak menyimpan kekecewaan. Jika semua dibicarakan dengan hati yang tenang dan waktu yang tepat bukan dalam mobil atau berboncengan ataupun saat sebelum tidur. Hendaknya mata harus beradu saat bicara sehingga hatipun berpadu. Semoga kisah ini memberikan inspirasi betapa cinta bisa berubah benci seketika seperti kilat menyambar menghangus

Sharon, orang yang cerdas hati dan cerdas pikiran selalu berterus terang dan tidak munafik dalam menngekspresikan cintanya. Bila hatinya mengatakan tidak, maka akan sangat terlihat di mata dan perbuatannya. Demikian pula bila berkata iya, senyum dan matanya sudah lebih jelas mengatakan. Keterus terangan seperti itulah yang sangat disenangi oleh Donny terhadap kekasihnya.

Sore ini Sharon Pencinta mengenakan pakaian santai, kasual, dan seksi, pasti sudah tidak asing lagi dengan merek Body & Soul. Brand asal Australia ini memang sudah lumayan lama memberikan pilihan berbusana bagi perempuan Indonesia yang ingin tampil feminin dan seksi.

Selama 14 tahun, Body & Soul memberi pakaian bergaya kasual yang bisa dikenakan oleh para penggunanya untuk bersantai atau bergaya di pesta. Terlihat dari kebanyakan busananya yang sifatnya melambai, terbuka, tak banyak embellishment, banyak bermain pada cutting, pola asimetris, dan terbuat dari bahan yang halus. Dan selama itulah Sharon jatuh hati dengan baju-baju ini.

Dikenakan pada kulit putih pualam dan wajah secantik Sharon, Wanita setengah bule ini menjadi lebih cantik dan seksi terlebih dengan tonjolan dadanya yang mengundang. Ini semua adalah gift, anugerah yang telah diberikan Allah kepadanya.

Setelah acara latihan di kampus itu, Donny mengantar Sharon ke rumahnya

Saat Donny wakuncar kerumahnya, dia bercerita tentang buku yang mengisahkan tentang pohon apel.

“Saron, saya kemarin membaca kisah tentang cinta sebuah pohon apel yang sangat menyentuh”

“Oh ya, Bagaimana ceritanya?”

“Ceritanya begini :Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu. Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya., cerita Donny

“Setelah dia besar, tentu tidak lagi bermain-main dengan pohon apel dong”,sela Sharon

“Iya, terus begini : Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih. Ayo ke sini bermain-main lagi denganku,” pinta pohon apel itu. “Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi,” jawab anak lelaki itu.”Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya.”Pohon apel itu menyahut, “Duh, maaf aku pun tak punya uang… tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu.” Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita”.lanjut Donny.

Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.”

 

“Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang. “Ayo bermain-main denganku lagi,” kata pohon apel. “Aku tak punya waktu,” jawab anak lelaki itu. “Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?” Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah.”Donny menghela nafas sebentar fdan melabjutkan : Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu,” kata pohon apel. Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira.Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.”

“Kssihan nya, pohon apel itu, ayo diminum”Sharon mengambil cangkir yang berisi minuman segar dan mengulurkan kepada Donny

“Lanjutin ya, Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya.”Ayo bermain-main lagi denganku,” kata pohon apel.”Aku sedih,” kata anak lelaki itu.”Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?”

“Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah.” Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu. Donny berhenti dan meminum minumannya

“Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian. “Maaf anakku,” kata pohon apel itu. “Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu.” “Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu,” jawab anak lelaki itu.

“Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat,” kata pohon apel.”Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu,” jawab anak lelaki itu.”Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini,” kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.

“Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang,” kata anak lelaki. “Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu.” “Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang.”Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon.

Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.

 

“ Inti dari cerita itu adalah: Pohon apel itu adalah orang tua kita. Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita. Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.  Dan, yang terpenting: cintailah orang tua kita.Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya; dan berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya pada kita.

“betul-betul menyentuh, ya” , kata Sharon

Iya, akanya berulang kali aku membacanya hingga hafal “jawab Donny

Malam telah cukup lama menguak, lampu-lampu jalanan sudah lama hidup. Dan Donnypun izin  berpamitan untuk pulang. Jalanan yang sudah mulai sepi ikut mengiringi perjalanan Dinny hingga ke rumah.

-ooOoo-

 

2 thoughts on “02. Sharon William Muqodas Semut Ireng

  1. Pingback: Sharon William Muqodas #2 Semut Ireng | fathirmuqodas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s