01. Sharon William Muqoda #1-Prom Nite

Penulis : Windu Hernowo

Penyunting : Indiepro

Tata Letak : Dani Ardiansyah

Cover : Dani Ardiansyah

ISBN : 178-102-7770-30-0

 sampul Sharon depan copy1-PROM NITE

Ketika berumur 16 tahun,Sharon William Muqodas sudah duduk di kelas XII SMA, menjadi gadis cantik yang aktif di usia remajanya,kakaknya Fahri sudah kuliah di Depok. Adik kakak ini berwajah bule namun sholat dan mengajinya tak pernah tinggal. Sharon senang menyendiri dan tidak menyukai bentuk pergaulan kawan-kawannya disekolah yang dianggapnya hanya menghabiskan waktu untuk berhura-hura dan hal lain yang tidak bernanfaat. Selain lingkungan sekolahnya demikian, Hal ini bisa disebabkan karena dampak negatif yang berpengaruh pada masalah psikologis semasa kecil karena sering nyamenonton lebih dari dua jam televisi sehari. Dan juga karena kegemaran lainnya, ia sering menghabiskan lebih dari dua jam di depan komputer. Karena sifatnya yang senang menyendiri dan kecerdasan serta kepandaiannya itu, banyak teman sekelasnya menjadi iri dan selalu ingin menjatuhkannya didepan orang banyak.

Seminggu sebelumnya, kawan-kawan sekelasnya sudah mempersiapkan pesta yang meriah. Beberapa anak kelas XII lain sangat berkeinginan untuk menjahili Sharon William Muqodas psada saat pesta perpisahan.PromNite.

Bagaimana, semua sudah siap?”kata\Khaterin yang paling iri terhadap Sharon

“Siap, tinggal satu kaleng darah babi”,kata John yang bertugas menjahili Sharon

Masih ada waktu, cepat cari……!!!!”.

“OK, beres boss…”.

Saat Prom Nite di sekolahnya, Sharon William Muqodas, pergi bersama kakaknya Fahri sementara kawan ekelas lainnya pergi bersama pasangan kekasihnya. Pasangan dansa sudah ditetapka, Anny anak pemandu sorak dengan George pacarnya, Sharon dengan Donny pemain bsket yang ganteng dan populer, dan tiga pasangan lainnya. Para peserta sudah berkumpul di aula sekolah dan Kartu pemilihanpun sudah diedarkan untuk memilih Dance King and Queen. Dari mulai nyiapin tema pesta, aturan-aturan prom night, rincian biaya, sampe cara untuk dapetin MC yang bakal bikin prom night meriah pun dibicarakan  dalam rapat.

Ada hal menarik tentang sebuah tema malam perpisahan dengan berbagai rencana mereka pada minggu-minggu sebelumnya. Pembicaraan mereka didominasi oleh sebuah tema hubungan antara lawan jenis. mereka ada yang berencana melakukan tembakan terhadap lawan jenisnya dan ada pulak yang berencana melakukan praktek mesum dengan pacar mereka. Hiiihhhhh agak begidik sih dengernya ketika anak2 seusia mereka berencana melakukan praktek2 aneh tersebut. bahkan ada seorang siswa yang telah janjian dengan siswi untuk melakukan seks sekali pake alias One nite standing…. Ternyata belakangan malah menjadi agenda besar melakukan praktek seks bebas yang telah menjadi tradisi turun menurun sejak lama atau sebuah penomena yang sudah lama terjadi.

Donny yang dipasangkan dansa dengan Sharon mendekati dan ikut duduk bersama Fahri,

“Donny, Aku titip adikku ya, tolong dijaga”, kata\Fahri yang memang sayang sekali dengan adik tirnya itu.

“Beres, saya jaga sampai pulang ke rumah dengan selamat”, kata Donny dengan gentle.

Mengetahui adiknya aman, Fahri segera kembali kerumah untuk melapor kepada ayah ibunya. Disamping itu dia merasa tak layak ada disitu jarena dia bukan murid yang diundang.

Setelah laga dansa selesai dilakukan, kartu pemilihan yang disebar dikumpulkan oleh panitia. Ketua panitia naik keatas panggung, Alunan band melambatkan dan mengecilkan suaranya untuk segera berehenti.

.”Perhatia-perhatian, Malam ini akan menjadi malam yang bersejarah bagi kita. Tolong hasilnya”.

Seorang nggota panitia naik keatas, dengan membawa selembar kertas. Diumumkanlah hasil emilihan oileh ketua paniytia.

“Dance King dan Queen untuk malam ini dimenangkan oleh pasangan  Sharon dengan Donny, dengan perolehan 78% pemilih.  Dipersilahkan Sharon dan Donny untuk maju kedepan untuk dianugerahi mahkota King dan Queen”.

Sharon yang merasa dirinya tidak mempunyai banyak teman disekolah ini merasa heran, namun dia tetap maju ke panggung karena tangannya digamit oleh Donny yang ganteng dan selama ini sdecara diam-diam dikaguminya.

Di pangung, Sharon dan Donny duduk bersebelahan dan menerima anugerah untuk dikenakan mahkota topi dari karton sebagai King dan Queen. Sharon merasa sangat senang bisa bersebelahan dan rapat bersama Donny.

Silahkan King dan Queen memimpin dansa selanjutnya ditempat yang disediakan”.

Sharon dan Donny dengan mengenakan mahkota dan selempang pemenang menuju lingkaran di arena lantai dansa. Dengan berpegangan erat mereka berdua memimpin dansa dengan iringan band.

Baru kira-kira dua menit mereka berdansa, tiba-tiba cairan merah darah babi mengguyur dari atas dan tepat di kepala Sharon. Bau amis dan warna merah membasahi rambut dan muka serta baju Sharon.

“Ha ha ha.. hi hi hi “. Suara tertawa cekikak cekikik yang hadir disitu mentertawakan kejadian dan kedunguan mereka berdua.

Aaaahhh…..grrrr…, SIAPA YANG MELAKUKAN INI!!!?”. Teriak Sharon geram marah sekali.

“Ha ha ha.. hi hi hi , sini ratu babi-babi…“.jawaban murid-murid  lain di lantai itu menertawai kejadian yang dianggap lucu ini.

“ARRRGH AAAARRRRGHGH”,Sharon tiba-tiba matanya mendelik tanpa bisa berkedip, tangan dan kakinya kejang. Tiba-tiba lampu yang berwarna-warni yang terpasang di atas pintu masuk meletus satu per satu. Lampu gantung yang berada ditengah berayun-ayun didorong oleh kekuatan gaib dan korsluiting sehingga mengeluarkan percikan-percikan api yang banyak kemudian jatuh kebawan. Semus pintu tiba-tiba menutup dan terkunci. Tak sda seorangpun yang mampu keluar dari gedung. Semua orang yang berada didalam ruangan panik dan gemuruh berteriak-teriak.

Anak yang tadi tertawa paling keras berusaha keluar melalui lubang kipas yang tingginya sekitar dua meter, dipaksa dibuka dengan obeng dan dipukul. Setelah kisi-kisi aluminiumnya terbuka, dia memasukkan tangannya dan berpegangan pada sisi lubang kipas angin sebelah luar untuk melarikan diri. Namun tiba-tiba kisi-kisi itu kembali menutup ketempatnya dan mnjepit tangan anak itu sehingga berdarah-darah. Dia berteriak-teriak kesakitan sebelum ia terjatuh kembali ke lantai pingsan…….

Lampu gantung lainnya juga berayun-ayun, mengeluarkan loncatan api dan membakar gorden di sekeliling dinding ruangan.

Teriakan semakin keras….Kepanikan semakin memuncak….. Lantai penuh dengan cairan darah babi dan darah murid-murid yang semakin lama \emakin banyak. Sharon William terlihat dengan mmta mendelik dan tidak bisa berkedip berjalan ke arah pintu keluar. cairan darah babi dan murid-murid dilantai menyibak ketika Sharon melewatinya hingga pintu keluar di depannya. Pintunyapun ikut terbuka \dengan sendirinya. Dua orang kawan sharon dan Donny yang ingin membantu, mengikuti dari belakang. Murid-murid lainnya yang masih sadar dan panik hanya mampu ternganga. Dan tertegun melihat kejadian ini. Setelah Sharon berada di luar gedubng, dia pingsan dan pintu- pintunya pun tertutup dan terkunci lagi.

Setelah Sharon pingsan, Donny menelpon polisi setempat dan pemadam kebakaran. Gedung aula sekolahpun terbakar sebelum polisi tiba. Setelah polisi dan pemadam kebakaran tiba di tempat, Donny dengam rasa tanggung jawab membawa Sharon  ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang baik dan benar .

Polisi mengajukan banyak pertanyaan kepada murid-murid yang berada di tempat kejadian. Mulai dari asal mula kejadian hingga terjadinya kebakaran gorden-gorden di sekeliling ruangan aula itu. Setelah dengan teliti polisi memberikan pertanyaan kepada murid-murid itu, Akhirnya disimpulkan bahwa kebakaran di aula sekolahan itu terjadi akibat korsluiting dan keteledoran murid/panitia yang tidak memberikan bentuk antisipasi bila terjadi sesuatu.

 

 

-ooOoo-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s