65% INI MEMBUNUHKU

Perkenalkan, saya adalah seorang pasca stroke (sebutan bagi orang yang selamat dari serangan stroke), dengan sisa-sisa kelumpuhan pada anggota badan saya sebelah kiri.

Pensiun dari perusahaan asing Schlumberger Oilfield Services dengan early retirement karena saya merasa tidak lagi mampu berkontribusi dengan baik seperti dulu lagi bagi perusahaan.

Senang menulis, karena hobby dan pernah mengasuh majalah sekolah (35 tahunyang lalu) dan pernah mendirikan majalah stroke sekitar 2-3 tahun yl. Sampai saat ini juga masih aktif mengurusi organisasi nirlaba stroke sebagai ketua di Klub Stroke Rumah Sakit Pusat Pertamina, dan sebagai wakil ketua pada LSM-Himpunan Peduli Stroke.

Karena mengetik dengan tangan satu saja, satu hari paling banter Cuma tiga atau empat halaman A4 dengan spasi 1.5. Hal itu bukan karena harus memilih dan menekan huruf2 dengan jari-jari sebelah kanan saja, namun lebih kepada seringnya huruf2 yang ditekan keluar dua, misalnya menekan huruf s, yang keluar di layar adalah 2 huruf yaitu as atau sd. Begitu juga dengan huruf2 yang lain. Sehingga lamanya menjadi berganda.

Setiap hari saya gunakan untuk menulis baik mengisi blok ataupun bersosialisasi dengan teman2 di facebook. Suatu saat saya terinspirasi menulis cerita. Sepenggal demi sepenggal, cerita itu aya selesaikan sehingga banyak arsip2 penggalan cerita yang tersimpan di laptop saya. Kemudian fikiran ini menjadi berkembang utuk menjadikan sebuah novel.

Akhirnya kami gabunglah penggalan cerita tadi dengan mengganti nama tokoh2nya sehingga nyambung. Saya senang sekali ketika mendengar novel saya dapat diterbitkan. Pagi-sore-siang-malam sepanjang bulan Ramadhan kemarin saya berkutat dengan laptop untuk menyelesaikan Novel Trilogi saya. Keluarga saya sangat mendukung melihat kesibukan dan antusiasme saya menulis.

Karena simpanan penggalan cerita yang cukup banyak, Dalam satu bulan penuh itu bias saya selesaikan Trilogi saya. Bila dilihat dari luar, tiga buku selesai dalam satu bulan sangatlah luar biasa bagi penyandang pasca stroke seperti saya ini. Namun sebetulnya tiga buku dalam satu bulan ini adalah hanya penggabungan sub bab yang sudah ada tertulis entah tahun kapan. Bayangkan saja bila satu hari hanya mampu selesai 4 lembar tulisan, maka dalam satu bulan penuh tanpa istirahat baru selesai 1 buku saja (sekitar 120 halaman A4 ). Begitu membaca “Self Publishing” di suatu web, saya coba masuk dan menyampaikan keinginan saya untuk menerbitkan buku. Gayung bersambut, dan terbitlah buku pertama dari Novel Trilogi yang berjudul “Keluarga Fathir Muqodas”. Setelah terbit, bingung untuk memasarkan dan menjualnya. Untuk memudahkan, idenya adalah dijual melalui distributor. Dari beberapa web, saya hubungi mereka via email. Rata-rata mereka meminta fee atau discount 55% hingga 65% dari harga jualnya. Artinya, dengan cara indie (self publishing), maka per 1000 rupiah modal cetak saya harus dijual Rp. 2,857.143 untuk discount 65% dan Rp. 2,222.222 untuk discount 55%. Ini belum menghitung keuntungan sama sekali lho. Sea ndainya saya ingin untung 10% atau 100 rupiah saja, maka untuk mengembalikan modal dan untung saya harus menjual Rp. 3,142.857 untuk discount 65% dan Rp. 2,444.444 untuk discount 55%. Wah kan jadi seperti TAMAK begitu kelihatannya. Karena harga jual saya menjadi 314% dan 244% dari modal.Wadauw………… Ahamdulillah, buku ini saat ini bias beredar di took buku Gramedia se Jabotabek dan mengikuti system yang ada…………… Jika Saya punya toko buku sendiri maka paling banter modsl 1000 saya akan dijual dengan harga 1,100 rupiah. Betul-betul fee distributor 65% ini membunuhku……

Advertisements